Selasa, 04 Desember 2018

KENAPA ?




Kenapa bikin pesantren, bukankah jumlah pesantren sudah banyak. Kemenag merilis jumlahnya di tahun 2016 sebanyak 28.194 dengan jumlah santri 4,3 juta tersebar di pelosok Indonesia.
Itu yang terdata belum cuma sekedar kobongan-kobongan kecil dengan santri ala kadarnya saja.
Tapi Allah berkehendak lain.
Pertengahan 2015, bersama kawan-kawan donatur dan relawan kami menggagas Gerakan Pembibitan Penghafal Qur'an Santri Pedalaman.
Gerakan terfokus pada pengadaan logistik berupa beras dan peralatan pendukung santri seperti Al Qur'an hafalan dan buku tulis.
Kemudian berkembang pada pembangunan MCK dan sanitasi pesantren.
Namun dilapangan kami dapati pesantren binaan terlilit masalah pada status kepemilikan tanah mereka yang masih menumpang alias sewaktu waktu siap terusir.
Dan pada akhirnya memang terusir.
Akhirnya dengan itikad menyelamatkan para santri yang sudah banyak menghafal di tambah kebanyakan santri berasal dari keluarga dhuafa, yatim dan beberapa diserahkan begitu saja oleh orang tua nya karena mereka harus bekerja di kota, kami bertekad membangun pesantren sendiri.
Masalah muncul, uang dari mana?

Pertengahan 2018, seorang donatur bersedia membelikan kami sebidang tanah kemudulian membangunkan pesantren dan siap menjadi donatur tetap.
Hilir mudik kami mencari tanah yang ideal. Di pinggir jalan utama namun jauh dari kebisingan dan nuansa alamnya kental.
Lalu Allah pilihkan 1,25Ha tanah di Leuwidamar Lebak Banten Selatan.
Perjalanan menuju lokasi relative lancar. Dari Jakarta keluar pintu tol Cikande atau Balaraja Barat hanya menempuh 2 - 3 jam perjalanan darat.
Tersambung Akses commuterline Tanah Abang - Rangkas Bitung. Dan dilewati bis tanggung Rudi dan Bulan Jaya dari Terminal Kalideres.
Kurang dari 100 km dari titik pintu tol cikupa.
Leuwidamar dikelilingi bukit dan sungai, pemandangannya sangat elok apalagi pada musim buah buahan di akhir dan awal tahun.
Di tanah terpilih ini pemandangan alam tidak kalah cantiknya. Pantas saja karena tuan tanah Belanda pernah membangun pesanggrahan di sini, beberapa puing bata dan keramik masih kami jumpai situs peninggalannya.
Kira kira setengah jam perjalanan terdapat kampung suku Baduy yang legendaris, tepatnya di terminal Ciboleger.
Suasana asri berpadu padan dengan rindannya pepohonan, sarana paling cocok untuk mengistirahatkan qolbu bemunajat pada Allah.
Tempat yang sangat pas menghafal kalam langit.
Namun karena satu dan lain hal donatur yang dimaksud mengundurkan diri.
Atas kesolidan kawan kawan alumni SMA 33 di sokong para pendidik di Sdit Lentera Ilmu, proyek pesantren ini terus berlanjut meski kondisinya jatuh bangun.
Masih tersisa tunggakan pembebasan lahan sebesar 175 juta yang mesti dibayar akhir Desember 2018 ini.
Maka kami mengetuk hati para dermawan untuk ikut membantu secara ikhlas baik donasi uang maupun link link yang bisa mendekatkan kami para pengurus Yayasan Kalam Langit Indonesia kepada para donatur donatur baru.
Mudah mudahan Allah berikan keberkahan di dunia dan akhirat untuk kita semua. Aamiin.
Donasi pembebasan lahan, pembangunan pesantren dan mitra CSR :
BCA 497 9777 989
BSM 712 3903 441
BJB 0090-7835-131-00
An. YAYASAN KALAM LANGIT INDONESIA
WA.
0852 111 69 371 Irwan Abdullah Permana
0813 8317 0064 Nur Sudiyono
0812 8907 9219 Saipul Anwar