Di Perjalanan, kami melewati Bandara Sukarno Hatta. Aku senang, karena melihat banyak pesawat dari jarak dekat. Dalam hati aku ingin sekali suatu saat juga pepergian dengan naik pesawat. Sementara ayah terus melajukan motornya, melanjutkan perjalanan menuju pantai. Kami sempat terjebak macet yang panjang sekali. Maklumlah, penduduk DKI Jakarta yang padat sekali ini, kalau hari libur, biasanya langsung dimanfaatkan untuk mengunjungi tempat wisata untuk refreshing dari kesibukan mereka. Termasuk keluarga kami. Tak lama kemudian, kendaraan lancar kembali karena ada polisi yang mengatur lalu lintas.
Akhirnya setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, sampailah kami di pantai. Dari jauh sudah terlihat laut yang membiru dengan indahnya. Lalu terdengar deburan ombak memecah pantai. Aku gembira sekali, tak sabar untuk segera berenang di pantai.
Sampai di pintu gerbang, ayahku membayar karcis agar dapat masuk ke area pantai seharga Rp 15.000,- Ayah segera memarkirkan motor di tempat parkiran yang sudah ditentukan. Kamipun melepas helm dan langsung menuju ke pantai. Ayah memilih tempat yang nyaman untuk kami dan menggelar tikar di tempat itu. Ibu meletakkan semua perbekalan kami di atas tikar. Aku dan Zahra, adikku segera mengganti pakaian renang, dan langsung berlari ke tepian pantai. Disana sangat ramai sekali. Ada yang bermain kejar-kejaran, bermain bola, membuat rumah-rumahan dari pasir, dan tentu saja berenang. Aku dan Zahra memilih berenang di tempat yang tidak terlalu dalam.
Aku dan Zahra asyik bermain dengan riangnya, sehingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.00. Ibu memanggil kami agar segera naik ke tempat kami menggelar tikar. Ternyata makanan sudah tersedia. Ayah baru saja membeli ikan Kakap kesukaanku.Kami segera makan dengan lahap. Setelah makan, kami mandi bergantian di tempat pembilasan yang banyak tersedia di situ. Tidak lupa kami berwudhu dan menunaikan sholat di masjid terdekat.
Setelah sholat, ibu membereskan perbekalan kami yang tersisa. Aku juga membantu membereskan pakaian-pakaian, dan memasukkannya ke dalam tas. Ayah menggulung tikas, dan membersihkan sampah yang masih berserakan. Setelah itu, kamipun menuju ke parkiran untuk pulang. Sampai di parkiran, ayah menyalakan motor, sementara kami tak lupa memakai helm kembali demi keamanan kami dalam perjalanan nanti. Kami sangat bahagia bisa ke pantai hari ini, dan berharap suatu saat nanti bisa kembali ke tempat ini.
Kiriman : ADI RANGGA SAPUTRA, siswi SDIT
Ar-Risaalah Semanan Kalideres Jakarta Barat.
Bagi kalian yang ingin ceritanya
dimuat disini, silahkan kirimkan cerita kalian via email ke : mohammadsohir@yahoo.com dan m.sohir@gmail.com
Cerita yang dikirim akan diedit
seperlunya. Kirimlah cerita asli, bukan saduran/terjemahan/copas dari laman
yang lain. Cerita ini hanya untuk anak2 Indonesia, tidak menerima yang tidak
pantas untuk anak-anak.Jangan lupa sertakan nama, kelas, asal sekolah, alamat
dan biodata lain secukupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar