Di sebuah desa yang kecil, ada
seorang anak perempuan yang sangat cantik yang bernama Nabillah. Nabillah ini
selain cantik, juga ramah dan suka menolong. Di sebuah desa yang lain, ada
sekolah kecil nan sederhana. Nabillah pertama masuk sekolah itu. Dengan
malu-malu, dia ingin berkenalan dengan seseorang teman baru yang bernama Friesca.
Friesca ini orangnya sombong
sekali dan pemarah. Nabillah berusaha mendekatinya untuk mengajaknya berteman.
“Hai, nama kamu siapa?” Tanya Nabillah
sambil mendekati Friesca.
“Namaku Friesca!” Jawab Friesca
dengan nada marah.
“Memangnya kamu kenapa?”Tanya
Nabillah.
“Aku tidak apa-apa!” Jawab
Friesca dengan ketus. Saat itu bellpun berbunyi, waktunya pulang
Nabillah dan Friesca siap-siap
untuk pulang. Nabillah masih penasaran, kenapa sih Friesca marah-marah terus.
Keesokan harinya, Nabillah masuk
ke kelasnya. Dilihatnya Friesca menangis.
“Kenapa ya si Friesca” Fikir
Nabillah bingung. Sementara anak-anak kelas III pun mulai masuk satu per satu.
Friesca hanya terdiam dan segera menghapus air matanya agar tidak terlihat oleh
teman-temannya. Sementara Nabillah semakin penasaran, apa sebenarnya yang
terjadi pada Friesca sahabat barunya itu.
Bel pertama saatnya istrahat,
Nabillah yang ingin tahu soal Friesca, segera mengikuti arah perginya temannya
itu.
“Friesca, tunggu!” Kata Nabillah.
“Kamu ingin apa dariku!?” Jawab
Friesca dengan nada keras dan wajah tidak senang.
“Aku ingin tahu saja, Friesca….”
Kata Nabillah lembut, “Kenapa tadi kamu menangis?” Tanyanya sambil memegang lengan
Friesca.
Hati Friesca langsung luluh, dan
suaranya berubah menjadi perlahan, “Aku tadi menangis…. Karena rumahku akan
digusur untuk menjadi ladang”
“Terus, sementara kamu akan
numpang dimana dong…!”Tanya Nabillah ikut sedih.
Friesca menggeleng lemah, “Aku
tidak tahu”
“Kamu numpang di rumahku saja,ya…Friesca”
Ajak Nabillah sambil tersenyum, “Di rumahku masih ada ruangan yang kosong, Kok…
Kamu bisa disitu bersama keluarga”
“Apa? Di rumah kamu?” Friesca
menatap wajah Nabillah seakan tak percaya, “Memangnya boleh Bil?”
Nabillah mengangguk sambil
tersenyum, “Boleh… asalkan kamu tetap baik sama aku, dan tidak marah-marah lagi….”
Jawab Nabillah sambil mencolek pipi Friesca, bercanda. Friesca ikut tersenyum, “Tentu
saja Nabillah yang baik hati…” Katanya.
“Ya sudah… sekarang kamu bisa
siapkan barang-barang kamu. Aku tunggu ya…” Kata Nabillah. Friesca merasa
bersyukur sekali punya teman sebaik Nabillah.
Keesokan harinya, rumah Friesca
akan digusur. Orang tua Friesca sudah berusaha untuk mencegah, namun para
petugas sudah mulai bekerja, membongkar paksa rumah Friesca. Merekapun tidak
berdaya dan hanya bisa menangis memandangi rumah kesayangan mereka dibongkar.
Para tetangga mereka hanya bisa menghibur, “ Bu… Sabar, ya bu…! Jangan menangis
terus… Semoga dapat ganti yang lebih baik..!” Kata salah seorang tetangga
menghibur, sambil memegang pundak ibunya Friesca.
Tak lama kemudian muncullah
Nabillah bersama orang tuanya. “Ayo kita ke rumahku saja” Ajak Nabillah.
Friesca hanya mengangguk sedih. Nabillah dan orang tuanya membantu mengangkut
barang-barang Friesca ke rumahnya.
Sampai di rumah Nabillah,
keluarga Friesca ditunjukkan kamar yang boleh ditumpangi oleh mereka.
Barang-barang Friesca semua diangkut ke rumah Nabillah.
(bersambung)
Kiriman : SALSABILA PUTRI, siswi
SDIT Ar-Risaalah Semanan Kalideres Jakarta Barat.
Bagi kalian yang ingin ceritanya
dimuat disini, silahkan kirimkan cerita kalian via email ke : mohammadsohir@yahoo.com dan m.sohir@gmail.com
Cerita yang dikirim akan diedit
seperlunya. Kirimlah cerita asli, bukan saduran/terjemahan/copas dari laman
yang lain. Cerita ini hanya untuk anak2 Indonesia, tidak menerima yang tidak
pantas untuk anak-anak.Jangan lupa sertakan nama, kelas, asal sekolah, alamat dan
biodata lain secukupnya.
BACA JUGA :
- BUAYA YANG BAIK
- HARIMAU DAN SINGA
- HARIMAU YANG NAKAL
- BERUANG YANG JAHAT
- SI BUTO SAKIT GIGI
- PERGI NAIK SEPEDA PANJANG
- KELINCI YANG SOMBONG
BACA JUGA :
- BUAYA YANG BAIK
- HARIMAU DAN SINGA
- HARIMAU YANG NAKAL
- BERUANG YANG JAHAT
- SI BUTO SAKIT GIGI
- PERGI NAIK SEPEDA PANJANG
- KELINCI YANG SOMBONG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar