Rabu, 02 Oktober 2013

PERSAHABATAN YANG SEJATI



Di sebuah desa yang kecil, ada seorang anak perempuan yang sangat cantik yang bernama Nabillah. Nabillah ini selain cantik, juga ramah dan suka menolong. Di sebuah desa yang lain, ada sekolah kecil nan sederhana. Nabillah pertama masuk sekolah itu. Dengan malu-malu, dia ingin berkenalan dengan seseorang teman baru yang bernama Friesca.
Friesca ini orangnya sombong sekali dan pemarah. Nabillah berusaha mendekatinya untuk mengajaknya berteman.
“Hai, nama kamu siapa?” Tanya Nabillah sambil mendekati Friesca.
“Namaku Friesca!” Jawab Friesca dengan nada marah.
“Memangnya kamu kenapa?”Tanya Nabillah.
“Aku tidak apa-apa!” Jawab Friesca dengan ketus. Saat itu bellpun berbunyi, waktunya pulang
Nabillah dan Friesca siap-siap untuk pulang. Nabillah masih penasaran, kenapa sih Friesca marah-marah terus.
Keesokan harinya, Nabillah masuk ke kelasnya. Dilihatnya Friesca menangis.
“Kenapa ya si Friesca” Fikir Nabillah bingung. Sementara anak-anak kelas III pun mulai masuk satu per satu. Friesca hanya terdiam dan segera menghapus air matanya agar tidak terlihat oleh teman-temannya. Sementara Nabillah semakin penasaran, apa sebenarnya yang terjadi pada Friesca sahabat barunya itu.
Bel pertama saatnya istrahat, Nabillah yang ingin tahu soal Friesca, segera mengikuti arah perginya temannya itu.
“Friesca, tunggu!” Kata Nabillah.
“Kamu ingin apa dariku!?” Jawab Friesca dengan nada keras dan wajah tidak senang.
“Aku ingin tahu saja, Friesca….” Kata Nabillah lembut, “Kenapa tadi kamu menangis?” Tanyanya sambil memegang lengan Friesca.
Hati Friesca langsung luluh, dan suaranya berubah menjadi perlahan, “Aku tadi menangis…. Karena rumahku akan digusur untuk menjadi ladang”
“Terus, sementara kamu akan numpang dimana dong…!”Tanya Nabillah ikut sedih.
Friesca menggeleng lemah, “Aku tidak tahu”
“Kamu numpang di rumahku saja,ya…Friesca” Ajak Nabillah sambil tersenyum, “Di rumahku masih ada ruangan yang kosong, Kok… Kamu bisa disitu bersama keluarga”
“Apa? Di rumah kamu?” Friesca menatap wajah Nabillah seakan tak percaya, “Memangnya boleh Bil?”
Nabillah mengangguk sambil tersenyum, “Boleh… asalkan kamu tetap baik sama aku, dan tidak marah-marah lagi….” Jawab Nabillah sambil mencolek pipi Friesca, bercanda. Friesca ikut tersenyum, “Tentu saja Nabillah yang baik hati…” Katanya.
“Ya sudah… sekarang kamu bisa siapkan barang-barang kamu. Aku tunggu ya…” Kata Nabillah. Friesca merasa bersyukur sekali punya teman sebaik Nabillah.
Keesokan harinya, rumah Friesca akan digusur. Orang tua Friesca sudah berusaha untuk mencegah, namun para petugas sudah mulai bekerja, membongkar paksa rumah Friesca. Merekapun tidak berdaya dan hanya bisa menangis memandangi rumah kesayangan mereka dibongkar. Para tetangga mereka hanya bisa menghibur, “ Bu… Sabar, ya bu…! Jangan menangis terus… Semoga dapat ganti yang lebih baik..!” Kata salah seorang tetangga menghibur, sambil memegang pundak ibunya Friesca.
Tak lama kemudian muncullah Nabillah bersama orang tuanya. “Ayo kita ke rumahku saja” Ajak Nabillah. Friesca hanya mengangguk sedih. Nabillah dan orang tuanya membantu mengangkut barang-barang Friesca ke rumahnya.
Sampai di rumah Nabillah, keluarga Friesca ditunjukkan kamar yang boleh ditumpangi oleh mereka. Barang-barang Friesca semua diangkut ke rumah Nabillah.
(bersambung)

Kiriman : SALSABILA PUTRI, siswi SDIT Ar-Risaalah Semanan Kalideres Jakarta Barat.

Bagi kalian yang ingin ceritanya dimuat disini, silahkan kirimkan cerita kalian via email ke : mohammadsohir@yahoo.com dan m.sohir@gmail.com
Cerita yang dikirim akan diedit seperlunya. Kirimlah cerita asli, bukan saduran/terjemahan/copas dari laman yang lain. Cerita ini hanya untuk anak2 Indonesia, tidak menerima yang tidak pantas untuk anak-anak.Jangan lupa sertakan nama, kelas, asal sekolah, alamat dan biodata lain secukupnya.

BACA JUGA :
- BUAYA YANG BAIK
- HARIMAU DAN SINGA
- HARIMAU YANG NAKAL
- BERUANG YANG JAHAT
- SI BUTO SAKIT GIGI
- PERGI NAIK SEPEDA PANJANG
- KELINCI YANG SOMBONG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar